Pantai Tanjung Kait

Pantai Tanjung Kait

26 Ulasan

Sebagai sebuah Kabupaten yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta, Tangerang dianggap minim memiliki destinasi wisata yang menarik. Padahal Tangerang memiliki banyak destinasi wisata menarik.

Banyak wisata alam dan wisata pantai yang ada di propinsi paling Barat di pulau Jawa ini. Misalnya pantai Tanjung Pasir, Pantai Sawarna dan Salah satu wisata pantai yang terkenal adalah Pantai Tanjung Kait.

Pantai Tanjung Kait

Pantai ini cukup ramai dikunjungi pengunjung baik pada akhir pekan maupun hari-hari biasa, karena  pantai ini sudah dikenal oleh banyak orang terlebih bagi Anda yang berdomisili di area Jabodetabek.

Pantai Tanjung Kait Banten

Pantai yang terletak di Tanjung Anom, Mauk, Tangerang, Banten ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Disana Anda dapat menikmati pesona pantai yang indah dan memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh pantai lainnya di kawasan Banten dan sekitarnya.

Bagi Anda yang berdomisili di area Jabodetabek, Anda cukup menempuh jarak sepanjang 29,5 km dari pusat kota Tangerang.

Harga Tiket Masuk di Pantai Tanjung Kait

Akses masuk ke Pantai Tanjung Kait ini, Anda tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis.

Jadi bagi Anda yang ingin berlibur dengan budget yang minim dan di lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah Anda, Pantai Tanjung Kait ini adalah destinasi yang tepat.

Pantai ini dapat Anda kunjungi selama 24 jam penuh tanpa adanya batasan waktu. Hal ini menguntungkan terutama bagi Anda yang ingin mengadakan acara malam seperti camping dan api unggun bersama teman-teman.

Rute Menuju Lokasi Pantai Tanjung Kait

Untuk berkunjung ke pantai di pesisir Banten ini Anda dapat memanfaatkan tol dalam kota yang akan membebaskan Anda dari kemacetan dan lebih mempersingkat durasi.

Jika kebingungan dalam menuju lokasi tujuan ini, Anda dapat memanfaatkan teknologi dengan google maps yang akan menuntun Anda tepat sampai ke lokasi Pantai Tanjung Kait.

Jika Anda adalah wisatawan yang berasal dari Jakarta, Anda dapat memanfaatkan dua pilihan rute di bawah ini :

  1. Melalui Jakarta : Tol Bandara – keluar melalui tol Dadap – Jalan Raya Salembaran – Jalan Raya Kalibaru Jalan Desa Sukawati, Jalan Tanjung Anom -melewati jalanan tepi laut perumahan warga persawahan Gerbang Kelenteng Tjoe Soe Kong – Pantai Tanjung Kait.
  2. Melalui Jakarta alternatif kedua : Jalan Daan Mogot ambil kea rah kanan dari Penjara Anak-anak Tangerang Jalan Buroq Jalan Dr. Sitanala, Jalan Jembatan Pintu Sepuluh. Silahkan menyeberang jembatan ambil kearah kanan Jalan Sangengo Raya – Jalan Raya Mauk – Pasar Sepatan – Jalan Paku Haji – Jalan Kalibaru – Jalan Desa Sukawati – Pantai Tanjung Kait.

Kedua rute di atas dapat Anda pilih tergantung dengan posisi Anda dimana saat itu berada. Masing-masing rute memiliki jarak tempuh berbeda-beda untuk sampai ke lokasi.

Namun tenang saja, karena perjalanan Anda untuk menuju Pantai Tanjung Kait bebas hambatan karena sudah terbantu dengan akses tol dan rute perjalanan yang sudah jelas.

Namun bagi Anda wisatawan yang berasal dari luar kota, Anda bisa menggunakan transportasi umum seperti bus. Anda dapat naik bus dari terminal Mauk menuju Tanjung Anom.

Setelah sampai di Tanjung Anom, Anda dapat menyambung dengan menggunakan ojek menuju Pantai Tanjung Kait.

Obyek Wisata di Pantai Tanjung Kait

Ketika Anda sudah sampai di area pantai, Anda akan disuguhi dengan pemandangan area pantai yang sangat indah dan hawa pantai yang segar dipadukan dengan angina yang sepoy-sepoy.

Di kawasan pantai ini juga memiliki beberapa panggung yang lokasinya menjorok ke laut. Berikut beberapa fasilitas dan kelebihan yang dapat Anda jadikan pertimbangan untuk berkunjung ke kawasan pantai ini :

1. Memiliki rumah makan panggung

rumah makan panggung

Rumah panggung yang ada di dalam kawasan pantai ini sangat dekat dengan laut karena posisinya yang menjorok. Disana Anda dapat menikmati keindahan pantai dengan memanfaatkan rumah panggung ini sambil menyantap makanan atau bekal yang sudah Anda bawa.

Namun apabila Anda tidak sempat menyiapkan bekal makanan dari rumah, disana terdapat banyak pilihan rumah makan panggung yang dapat Anda pilih untuk mengenyangkan perut sambil melihat pemandangan.

2. Spot untuk memancing

Pantai ini memang tidak memiliki pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih, sehingga wisatawan sangat disayangkan tidak dapat berenang di pantai ini.

Namun beberapa wisatawan memang mengunjungi kawasan pantai ini untuk sekedar memancing ikan dan mengolahnya untuk bakar-bakaran dengan teman-teman maupun keluarganya.

3. View ke arah dua buah radar

Salah satu poin tambahan yang membuat pantai ini terus didatangi para wisatawan adalah di tempat ini Anda dapat melihat pemandangan yang sangat elok untuk menyaksikan arah dua buah radar yang termasuk bagian Satuan Radar Tentara Nasional.

4. Dermaga dari bambu

Dermaga Pantai Tanjung Kait

Di Pantai Tanjung Kait ini juga memiliki dermaga yang terbuat dari bambu dan biasanya dimanfaatkan sebagai tempat nelayan untuk transit dengan perahunya.

Beberapa perahu ini juga seringkali disewakan kepada wisatawan untuk mengelilingi pantai atau pun untuk menyeberang ke Pulau Untung Jawa.

5. Fasilitas yang cukup lengkap

Untuk dibebaskan dari biaya retribusi atau akses masuk, kawasan pantai ini sudah termasuk memiliki fasilitas yang sangat memadai.

Seperti dengan adanya toilet, musholla, area parkir yang luas, tempat istirahat, hingga warung makan.

6. Berdekatan dengan tempat wisata lainnya

Selain pantai ini, anda juga dapat sekaligus berkunjung ke berbagai tempat wisata lainnya yang berdekatan dengan area pantai seperti Penangkaran Buaya, Pantai Tanjung Pasir, maupun Kelenteng Tjoe Soe Kong.

Bukan hanya memiliki keindahan alam yang masih asri dan memiliki banyak fasilitas yang dekat dengan kearifan lokal masyarakat setempat, namun Pantai Tanjung Kait dapat Anda jadikan referensi jalan-jalan dan tujuan baru Anda.

Demikian ulasan mengenai wisata Pantai Tanjung Kait di Tangerang Banten. Selamat berlibur dan selamat menikmati keindahan alam yang disajikan dari Tuhan YME!

26 Ulasan untuk Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten

  1. Di depan wihara saya sudah bayar tiket masuk 10rb.. Belum ada 10 m arah ke pantai saya di mintain 10rb lgi kata sii abang itu buat tiket masuk pantai nya !. Bukan nya saya ga mau bayar ya..cm heran aja ko sperti itu?. Tmpat wisata biasanya cukup bayar tiket masuk sama penitipan kendaraan saja.. Tolong ya jgn memanfaatkan situasi . Trimkasih

  2. Tempat hiburan dan pemancingan…bakar2 ikan.. Tapi sayang…laut nya keruh

  3. Sudah biasa aja pantainya. Mgkn pas dtg lg moment puasa x yaa

  4. Kecewa beratt ..udh mah banyak pungli a,air a keruh ,sampah d mna2….parahh dahhh

  5. Wisata pantai murah meriah di daerah Tangerang, akses jalan menuju lokasi wisata sudah baik, petunjuk arah juga sudah memadai. Lokasi para si ‘pencari cahaya’ (fotographer) untuk mendokumentasikan momen sunset yang bagus. Air lautnya yang agak keruh, sering mengurungkan niat untuk bermain air di laut.

  6. Wisata pantai murah meriah di daerah Tangerang, akses jalan menuju lokasi wisata sudah baik, petunjuk arah juga sudah memadai. Lokasi para si ‘pencari cahaya’ (fotographer) untuk mendokumentasikan momen sunset yang bagus. Air lautnya yang agak keruh, sering mengurungkan niat untuk bermain air di laut.

  7. Biaya masuk 20rb tapi lokasi parkir dan area pantai seperti ga tertata dengan baik. Jalan menuju parkir tidak rata jadi harus menyetir hati2, lalu setelah masuk ada area khusus yg sepertinya dijaga oleh TNI (ini tukang parkirnya yg blg) tapi saat sudah parkir kena pungli biaya parkir lg sebesar 20rb. Whaatt.. langsung puter balik ga jadi parkir dan keluar

  8. Sayang banget. Potensi wisata yang ga dikelola dengan baik. Ga ada pemeliharaan pantai. Kalau mau makan ikan laut juga mengecewakan.

  9. Sepertinya ini bukan tempat rekreasi.. Tapi macam areal buang2 duit. Pas masuk di minta bayar 20rb, katanya parkir bebas gak bayar2 lg, belum juga samp d tmpat parkir udah ad yg nyetop, katanya bayar dulu parkir 20rb lg. Setelah bayar, blum juga masuk tmpat parkir udah ad yg nytop katanya parkiran penuh dan dengan gaya preman kami d usir suruh pindah tmpat parkir. Padahal dah 40rb uang kami mlayang. Dan harus bayar lg, akhirnya kami rasa itu gak akn mnyenangkan, lbih baik kami pulang. Biarlah uang yg kami kluarkan itu buang SIAL.. Cuih….

  10. Jalanannya dari jalan raya menuju pantainya masih belum di aspal, masih tanah belok. Kebersihan kurang bagus, karena ada sampah yang di pasir. Airnya pun tidak terlalu bersih. Untuk makanan, paling ok pop mie. Kalau ke sana pasti bawa bekal, karena belum nemu rumah makan yang pas dengan selera.

  11. Kapok k sini lagihhhhhh. Kirain masuk taman wisata pantai tajung kait yg samling vihara da pantainya tau apalah. Ternyata cuman tempat bersandarnya kapal2 nelayan yg buat org mancing bagan. Katanya sih ada cuman dah agak illfeel. Masuk gerbang 20k/mobil. Deket masjid masuk dikit bayar lagi 10k/mobil. Jadi walhasil 30k cuman buat balik kanan bubar jalan๐Ÿ˜ˆ

  12. Sudah tidak aneh utk wilayah tangerang dsk. semua obyek wisata di punglikan mengatas namakan LSM, dll. anehnya dr gubernur – RT nya demikian di banten mana perhatiannya. kalau mau maju pesat tolong di kelola dengan baik dan benar.

    MALU KALO KASIH RATING YANG BAIK.!!!!!!!!!!

  13. Pantainya dimana yaaa? ๐Ÿ˜…. . Tidak seperti yang diharapkan, pasir pantai untuk bermain anak tidak ada, yang ada hanya batu untuk mencegah abrasi, dan ternyata yang pantai tanjung kait sebagian besar pengunjungnya mendatangi untuk rekreasi kuliner seafood yang banyak terdapat di sekitar bibir pantai.. Sama untuk yang mau mancing. Banyak bagan yang disewakan untuk memancing.

  14. Ga direkomendasikan deh kesini, dari awal cari parkiran susah, bayar parkir di muka 20k, abia itu masuk ke dalam bayar lagi buat parkir lagi 5k, pas turun yang nampak cuma pasir hitam, banyak sampah, air lautnya jg gelap, bau amis menyeruak dimana mana, mau makan juga udah ga nafsu kalo liat segitu joroknya disini.

  15. Melihat satu pantai di Banten yang dahulu pusat kuliner ikan,udang, kepiting dan sotong. Cita rasa masih OK, ikan tidak sesegar dahulu yang masih pakai timbangan di pedagang ikan, sekarang di tiap warung ada box ikan dan timbangan, harga sedikit lebih mahal, parkir kalau mau murah lewat jalan setelah kelenteng , atau kena pungli, tidak seramai 10 tahun yang lalu, sudah banyak saingan , di jalan menuju pantai tanpa bayar parkir, meredup dalam jumlah pengunjung di hari libur. Kepadatan jalan dan rumah menuju lokasi bertambah walau jalan mulus, mengurangi selera untuk kembali.

  16. Banyak pungli….males..mending kabur…malu maluin wisata tangerang.

  17. Pungli dan premannya banyak banget ….. Tolong dong pemkab Tangerang di rapikan dan di bersihkan dari preman

  18. Terlalu banyak pungutan liar parkir kendaraan, apalagi hari besar.. pantainya kotor sampah dan pinggir pantaipun dipenuhi warung2 dan tali2 kapal nelayan jadi susah untuk menikmati suasana di pasir pantai utk bermaen air laut..

  19. Pungli banyak banget, kalo udah kere sebaiknya kerja keras, jgn malah jadi pelaku pungli, masa anak istri di rumah di kasih makan dari duit hasil pungli?!! Ntar gedenya bisa jadi lonte/germo

  20. Kebanyakan yg minta minta lah
    Ga asyiekk malu maluin aja

  21. Setelah baca komentar pengunjung jadi males datang kesitu,ga nyaman kalo banyak premannya.

  22. Barusan jalan ke tanjung kait mau nunggu sunset sama makan di pinggir laut, krna baru prnah maka pake gmaps..diarahin lewat gang sebeleah klenteng, baru mau masuk gang dimintain duit 10rb katnya biaya masuk..masuk gang 100 meteran dicegat lagi, bilang udah bayar di depan tetep dimnta 20 rb katanya memang 2 kali sekalian buat parkir..jarak 10 meter udah di pinggir pante yg kotor dan berantakan banyak kapal trs pas tanya ke yg markir katanya tempat makanya udah pindah, OK keluar lagi ke jalan masuk lokasi sebelah klenteng jarak 20 meteran dari gang, dicegat lgi dimintain 20 rb, tp krna bilang tadi salah lokasi dan udah bayar turun jadi 10 rb, ma yg nyegat diarahin parkir di sebelh kantor tentara, baru turun dari mobil didatengin lagi ma orang dikasih karcis suruh bayar 20 rb buat parkir..WOW..turun liat pante aernya butek tempat makab udah pada tutup..foto lgsg pulang..ampun deh.

  23. Banyak pungli. Pantai keruh dan kotor. Tidak bisa main pasir pantai atau cuma sekedar menyelupkan kaki dipantai. Gak rekomen banget deh

  24. Tidak ada pantai buat maen anak
    Banyak pungli
    Air keruh
    Mana pantainya……?

  25. Sangat tidak recomended, gt aja

  26. baru masuk 10rb….10 meter kemudian diminta 10rb lagi udh nyampe di minta 10 rbu lagi..jdi total masuk 30rb…

Tinggalkan Balasan